Ahmad Luthfi - Okezone
(Foto: Berkshireeagle)
CALIFORNIA - Printer 3D selama ini digunakan
oleh manusia di Bumi. Perangkat mesin cetak tiga dimensi ini juga
disiapkan untuk meluncur ke luar angkasa oleh badan antariksa Amerika
Serikat, NASA.
Dilansir Berkshireeagle, Senin (30/9/2013), NASA menyiapkan peluncuran printer 3D ke luar angkasa tahun depan. Perangkat ini akan membantu astronot untuk menciptakan perkakas, space part atau alat-alat sendiri di stasiun luar angkasa (ISS).
Printer 3D dengan seukuran alat pemanggang roti ini akan berperan sebagai 'pabrik terbang' dengan desain tak terbatas yang bisa dioperasikan astronot. Objek yang tercipta dari printer 3D berasal dari lapisan-lapisan plastik yang dibentuk sedemikian rupa dan kuat.
Di Bumi, printer 3D digunakan di bidang kesehatan oleh Dokter untuk membuat sendi pengganti. Selain itu, seniman juga menggunakan printer 3D untuk menciptakan perhiasan, bahkan penggunaan printer 3D bisa dimanfaatkan untuk membuat kerangka senjata api.
"Setiap saat kami menyadari bahwa kita bisa mencetak objek 3D di luar angkasa," kata Andrew Filo, seorang inventor yang berkonsultasi dengan NASA. Di masa depan, gulungan plastik pada akhirnya bisa menggantikan rak instrumen dan perangkat keras tambahan.
"Jika Anda ingin beradapatasi, Anda harus dapat merancang dan memproduksi dengan cepat," ujar Dave Korsmeyer, Director of Engineering di NASA's Ames Research Center, Moffett Field. NASA memulai pengujian printer 3D di luar angkasa pada musim gugur 2014.
Badan antariksa Amerika Serikat ini kabarnya memiliki lebih dari satu lusin mesin cetak tiga dimensi yang bisa dipilih, mulai dari model desktop seharga USD300 hingga yang lebih besar seharga USD500 ribu. Penggunaan peralatan hasil cetakan printer 3D akan berguna sebagai tools atau peralatan, misalnya untuk pekerjaan perbaikan di ISS. (ahl)
Dilansir Berkshireeagle, Senin (30/9/2013), NASA menyiapkan peluncuran printer 3D ke luar angkasa tahun depan. Perangkat ini akan membantu astronot untuk menciptakan perkakas, space part atau alat-alat sendiri di stasiun luar angkasa (ISS).
Printer 3D dengan seukuran alat pemanggang roti ini akan berperan sebagai 'pabrik terbang' dengan desain tak terbatas yang bisa dioperasikan astronot. Objek yang tercipta dari printer 3D berasal dari lapisan-lapisan plastik yang dibentuk sedemikian rupa dan kuat.
Di Bumi, printer 3D digunakan di bidang kesehatan oleh Dokter untuk membuat sendi pengganti. Selain itu, seniman juga menggunakan printer 3D untuk menciptakan perhiasan, bahkan penggunaan printer 3D bisa dimanfaatkan untuk membuat kerangka senjata api.
"Setiap saat kami menyadari bahwa kita bisa mencetak objek 3D di luar angkasa," kata Andrew Filo, seorang inventor yang berkonsultasi dengan NASA. Di masa depan, gulungan plastik pada akhirnya bisa menggantikan rak instrumen dan perangkat keras tambahan.
"Jika Anda ingin beradapatasi, Anda harus dapat merancang dan memproduksi dengan cepat," ujar Dave Korsmeyer, Director of Engineering di NASA's Ames Research Center, Moffett Field. NASA memulai pengujian printer 3D di luar angkasa pada musim gugur 2014.
Badan antariksa Amerika Serikat ini kabarnya memiliki lebih dari satu lusin mesin cetak tiga dimensi yang bisa dipilih, mulai dari model desktop seharga USD300 hingga yang lebih besar seharga USD500 ribu. Penggunaan peralatan hasil cetakan printer 3D akan berguna sebagai tools atau peralatan, misalnya untuk pekerjaan perbaikan di ISS. (ahl)
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete