Andina Librianty - Okezone
Ilustrasi (Foto: Mashable)
CALIFORNIA - Perusahaan keamanan komputer,
Panda Security, mempublikasikan laporan ancaman selama kuartal dua 2013.
Studi yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa trojan merupakan
malware yang paling sering ditemui pada periode tersebut.
77 persen dari sampel malware yang ditemukan pada kuartal dua 2013 adalah trojan. Worm menempati posisi kedua sebagai ancaman baru dengan penemuan sebesar 11 persen dan virus 10,29 persen.
"Penjahat cyber menggunakan trojan sebagai tool kunci untuk menginfeksi pengguna, lalu melakukan perubahan untuk menghindari pendeteksian,"tutur Direktur Teknis Panda Labs Luis Corrons, seperti dilansir Softpedia, Senin (30/9/2013).
Rasio perubahan global tidak terlalu mengalami peningkatan yang tinggi dari 31,13 persen menjadi 32,77 persen. Jumlah terbesar perangkat yang terinfeksi malware adalah di China (52 persen), Turki (43 persen), dan Peru (42 persen).
"Berita tentang spionase cyber masih banyak berasal dari China, meskipun Amerika Serikat (AS) pada kuartal ini juga menjadi sorotan terkait program PRISM bahwa NSA digunakan untuk mendapatkan data pengguna platform seperti Facebook, YouTube, atau SKype,"" jelas Corrons.
(adl)
77 persen dari sampel malware yang ditemukan pada kuartal dua 2013 adalah trojan. Worm menempati posisi kedua sebagai ancaman baru dengan penemuan sebesar 11 persen dan virus 10,29 persen.
"Penjahat cyber menggunakan trojan sebagai tool kunci untuk menginfeksi pengguna, lalu melakukan perubahan untuk menghindari pendeteksian,"tutur Direktur Teknis Panda Labs Luis Corrons, seperti dilansir Softpedia, Senin (30/9/2013).
Rasio perubahan global tidak terlalu mengalami peningkatan yang tinggi dari 31,13 persen menjadi 32,77 persen. Jumlah terbesar perangkat yang terinfeksi malware adalah di China (52 persen), Turki (43 persen), dan Peru (42 persen).
"Berita tentang spionase cyber masih banyak berasal dari China, meskipun Amerika Serikat (AS) pada kuartal ini juga menjadi sorotan terkait program PRISM bahwa NSA digunakan untuk mendapatkan data pengguna platform seperti Facebook, YouTube, atau SKype,"" jelas Corrons.
(adl)
No comments:
Post a Comment